Kamis, 19 Mei 2016

Kesan Kopi Hitam





Hello guys,,
Semua orang pasti punya kenangan atau moment yang berkesan yang membuat orang itu tidak pernah bisa melupakannya, pasti kalian juga punya hal-hal yang mengesankan mulai dari senang, sedih, terharu, lucu bahkan memalukan. Aku sekarang sedang menjalani kuliah di Politeknik APP Jakarta, di sini aku punya pengalaman tentang kopi hitam yang menurut aku itu sangat berkesan dan tidak pernah akan kulupakan bahkan hingga saat ini aku masih ingat betul bagaimana kejadiannya.

Kalian tau kan pasti rasa dari si kopi hitam? Yaa, sangat pahit bila tidak di tambahkan gula apalagi namanya saja sudah kopi hitam pasti pahit. Tetapi menurutku kopi hitam itu rasanya tidak pahit dalam moment atau pengalamanku dengan si kopi pahit ini. Penasaran apa rasa kopi hitam yang aku maksud? Begini ceritanya....

Sejak aku masih duduk di bangku SD aku sering di suruh-suruh oleh orang tua ku untuk membeli ini dan itu. Pada waktu itu tepatnya siang hari pukul 11.00 papah ku baru bangun tidur, ya karena dia pulang larut malam sehingga dia bangun terlalu siang. Seperti yang dilakukan bapak-bapak lainnya saat baru bangun tidur pasti yang diminta adalah kopi. Biasanya papah ku menyuruh aku membeli kopi hitam di warung, namun karena beberapa hari kemarin aku tidak di beri uang jajan dan tidak di beri uang sekolah padahal sudah lewat dari waktu yang ditentukan hingga aku ditegur oleh guruku tetapi papah ku tetap tidak memberikannya sampai-sampai aku harus ngambek. Dan saat aku di suruh membeli kopi hitam aku sempat tidak mau atau menolak, namun dengan seribu alasannya dia berhasil membuat ku mau untuk membelikannya kopi hitam. Kemudian dia memberikan aku uang untuk membeli kopi hitam, sebenarnya aku terpaksa membelikannya kopi hitam tersebut karena aku malas bertengkar dengannya padahal di dalam hatiku aku masih kesal sekali. 

Dalam perjalanan pulang setelah aku membeli kopi harga kopi yang sebenarnya hanya Rp. 1.200 namun aku pikir aku tidak di beri uang jajan olehnya sudah berhari-hari jadi ya sudah aku ambil sisanya. 

Sesampainya aku dirumah papah ku langsung menyuruhku membuat kopi hitam tersebut dan dia juga mengingatkan aku untuk menambahkan gula yang tidak terlalu banyak sehingga rsa kopi itu pas. Saat aku sedang membuat kopi hitam itu ingin aku mengambil gula namun tiba-tiba terlintas di pikiran ku untuk memberinya sedikit kejailan untuk mengobati rasa kesal ku padanya. Lalu tanganku beralih yang tadinya aku mau mengambil gula namun kini yang ku ambil hanya garam satu sendok makan, di tambah dengan saus tiram, kecap dan masako tetapi aku juga memberinya gula setengah sendok. Entah apa rasa dari kopi itu tetapi yang di pikiranku hanya tertawa membayangkan ekspresi papahku saat meminum kopi itu.

Kemudian aku kasih kopi itu ke papah ku yang sedaritadi sudah bawel meminta kopinya. Dan saat ia hendak meminumnya mulutku sudah tidak kuat menahan tawa yang akan aku keluarkan, namun ternyata.......setelah ia meminum kopi itu di malah menyemburkan air kopi itu ke depan muka ku hingga yang tadinya aku ingin tertawa sampai-sampai aku kaget dan berteriak. Lalu dia berbiacara padaku :
Papahku : “Ini kopi apa yang kamu beli, kok rasanya amburadul begini? Nih cobain nih apa                 rasa kopinya, kamu mau ngeracunin papah?”. Katanya sambil sedikit berteriak.
Aku        : “Ihhh gatau aku kan tadi katanya suruh pake gula”. Kataku dengan muka yang sok             sok polos.
Kemudian papahku menyuruhku untuk meminum kopi itu, dan ternyata....
Aku        : “ya ampuuunnn ini kopi apa sih rasanya ga enak banget (Sambil menyemburkan
                 kopi itu ke muka papahku juga)”. Kataku dengan muka benar-benar jelek karena
                 rasa kopi yang benar-benar aneh.
Papahku : “Yaa gatau itu kan kamu yang beli, kadaluarsa kali. Coba kamu liat tanggal                        kadaluarsanya di bungkusnya!”.
Aku       :”Iya kali ya udh kadaluarsa. Ih udah di buang ke tong sampahlah papah aja sana
                Aku gamau ah jijik”.
Papahku : “Makanya kalo beli kopi tuh di liat dulu tanggal kadaluarsanya. Udah sana beli
                 Lagi!”.
Akhirnya aku membelikannya kopi lagi dengan merek yang berbeda.
Saat di perjalanan membeli kopi yang kedua, aku merasa senang karena dapat menjaili papahku tetapi aku juga kesal karena di sembur dengan kopi hitam.

            Itulah kenangan ku dengan kopi hitam, yaa mungkin memang terlihat aneh,memalukan ataupun bahagia karena puas. Tetapi jangan di contoh ya teman-teman itu hanya sekedar pengalaman yang aku ceritakan saja.

1 komentar: